Curhat

NIGHTMARE? IDK ..

NIGHTMARE

Masih ingat sekali, hari itu hujan turun saat langit masih dalam warna hitam malamnya. Menambah rasa dingin di sekitar tempat tidur.

Sekitar pukul empat pagi, aku terbangun sebelum nada dering alarmku berbunyi. Ini memang sering terjadi, bangun sendiri sebelum waktunya. Namun situasinya berbeda. Ada kalanya aku terbangun karena mimpi yang menegangkan sehingga ketika bangun jantungku akan berdetak kencang. Kali ini seperti itu.

Aku terbangun, dengan detak jantung yang begitu cepat, namun dengan perasaan yang berbeda. Bukan perasaan takut dan panik seperti biasanya. Melainkan sebuah perasaan yang … Ah aku pun bingung.

Suara air hujan yang mengenai seng rumahku membuatku semakin bingung. Hujan adalah hal yang menarik apabila turun ketika aku sedang berada di atas tempat tidur. Rasanya akan sangat nyaman, ingin rasanya tidur kembali. Tapi … Mimpi itu masih saja terbayang!

Aku memeluk boneka beruang kecil yang tak sengaja kugenggam lalu mulai mencoba berpikir. Mengingat-ingat sesuatu beberapa jam lalu, apa yang terjadi di kelapaku ketika aku tertidur pulas.

Sebenarnya aku bukan tipe orang yang memiliki ingatan yang baik. Maka dari itu hal semacam mimpi dapat aku lupakan dengan cepat walaupun aku bangun dan mengakhiri mimpi itu sendiri. Pengecualian untuk beberapa jenis mimpi. Terkadang ada mimpi yang dapat aku ingat hingga mendetail.

Satu per satu aku mengingat apa yang aku lihat di mimpiku. Ada coklat, sebuah sabun (aku tidak mengerti kenapa benda ini bisa ada di mimpiku), ada perahu berbentuk segitiga, laut, kegiatan bermusyawarah, teman-temanku (aku lupa siapa saja), dan terakhir adalah … seseorang. Seseorang yang tidak aku ketahui namanya, teman satu angkatan, yang anehnya mengapa tersangkut di mimpiku.

Rasanya aku belum puas hanya mengingat itu saja, aku perlu tau apa yang terjadi dengan benda benda itu.

Aku memfokuskan pikiranku. Aku semakin yakin setelah menemukan suatu celah, potongan kejadian, sebuah kotak yang menyimpan benda itu. Bagaimana seseorang itu pergi begitu saja dengan meninggalkan tulisan yang tak aku ingat. Senyumanku mengakhiri semua mimpiku.

Ya aku ingat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari itu sekolah kami akan mengikuti lomba mengadu perahu segitiga dalam rangka menyambut musim panas (kemarau) yang lombanya akan berlangsung di sebuah pantai yang cukup eksotis.

Aku ikut serta dalam lomba itu. Dan aku dan teman teman yang mengikuti lomba itu memutuskan bermusyawarah di sebuah ruangan untuk memikirkan strategi dan taktik dalam perlombaan nanti.

Saat aku datang memasuki ruangan itu, aku hanya menemukan satu orang anggota di sana, sedangkan yang lain tak kulihat batang hidungnya. Dia terlihat sibuk dengan ponselnya. Aku duduk dan menunggu anggota yang lain. Orang ini, adalah seseorang yang aku maksud.

Akhirnya anggota yang lain datang dan segera menghampiriku. Namun dia tiba tiba bangun dari tempat duduknya dan memberiku sebuah kotak tapi aku tidak yakin ini kotak (disini ingatanku tak begitu baik, aku lupa apa yang dia berikan) yang berisikan tulisan “maaf aku tidak ikut musyawarah” lalu dia pergi begitu saja.

Aku terdiam dan tidak terlalu mempermasalahkan kehadirannya. Lalu anggota yang lain segera membicarakan masalag perlombaan dengan semangatnya. Sayangnya aku malah masih fokus dengan kotak ini. Rasanya aku penasaran kenapa terlihat begitu berat.

Berbekal rasa penasaran, aku merobek atau mencabut huruf huruf yang tertera pada kotak tersebut. Dan aku semakin beringas ketika saat aku mencabutnya aku menemukan benda mencurigakan di dalamnya. Hingga aku berhasil mencabut semua huruf. Kukeluarkan semua isinya ke atas meja.

Teman temanku yang semulanya bermusyawarah seketika ternganga melihat benda benda yang aku keluarkan dari dalam kotak.

Coklat, aku melihat banyak coklat batangan dalam kemasan, dan sisanya ada beberapa batang sabun. Ini sedikit tidak ada hubungannya. Bahkan sangat.

Aku mengambil salah satu coklat dan menggenggamnya seolah seolah ingin memastikan kalau itu coklat sungguhan.

Ketika yang lain juga masih terheran sepertiku, aku malah tersenyum.

Ya aku tersenyum dan sepintas wajah dinginnya tertangkap di pikiranku.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hingga saat ini, aku masih memikirkan mimpi ini, bahkan ketika aku melihat orang itu. Hey, aku tidak mengenal dia.

.

.

.

.

.

.

.

_PJN_

Advertisements

YANG KOMEN DAPAT JAJAK ENAK :v

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s